KATA MEREKA: Defisit BPJS Kesehatan Menggunung, Uang Iuran Harus Digalakkan

JAKARTA - Badan Penyelenggaraan Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memprediksi defisit pada tahun ini mencapai Rp9 triliun. Defisit ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu sebesar Rp5,7 triliun

BPJS Kesehatan menyatakan pihaknya tengah mengkaji beberapa kebijakan guna menambal defisit anggaran yang terjadi setiap tahun dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat (JKN KIS). Salah satunya adalah wacana penambahan cukai rokok. Hal ini dilakukan karena opsi penambahan besaran iuran yang harus dibayarkan peserta tidak mungkin dilakukan.

BERITA TERKAIT +

Di sisi lain, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pemerintah akan terus melihat dari cakupan secara luas apa yang membuat BPJS Kesehatan bisa mengalami defisit.

Sri Mulyani mengatakan bahwa pemerintah juga telah mengestiminasi mengenai kemungkinan kebutuhan anggaran untuk BPJS Kesehatan guna menutup keseluruhan tanggungan yang diperlukan untuk membayarkan premi.

"Jumlah kepersertaan yang sekarang banyak terutama yang berasal dari daerah belum disertai kontribusi yang diberikan Pemda. Maka pemerintah sekarang kajian untuk melihat sumber-sumber kontribusi dari iuran agar lebih seimbang, agar BPJS Kesehatan bisa dapat jumlah masukan dari iuran untuk men-sustain dari jumlah yang harus dibayarkan," tukasnya.

1. Pramesti Praja (24) Karyawan Swasta

Yang saya tahu BPJS Kesehatan katanya mengalami kerugian. Kalau jumlahnya Rp9 triliun menurut saya angkanya besar banget yang harus ditanggung mereka.

Walaupun mungkin tidak semua masyarakat, tapi ada aja orang yang tidak bayar iuran BPJS Kesehatan karena mindset mereka itu tugas pemerintah buat kasih fasilitas kesehatan ke masyarakat tanpa masyarakat harus keluar banyak biaya. Itu tidak sepenuhnya salah cuma mereka tetep mesti lakuin kewajiban dengan membayar iuran.

Kalau yang malas bayar iuran jumlahnya banyak dan ketika sakit mereka gunain fasilitas BPJS hal itu pasti pengaruh banget ke defisit yang dialamin sama BPJS Kesehatan.

Saran saya masyarakat mulai menyadari kalau mereka harus taat bayar iuran. Pemerintah juga harus pastiin kalau iuran yang ditanggung ke masyarakat tidak membebanin mereka.

2. Prasetya Ramadhan (27) Karyawan Swasta

Iya saya sudah baca beritanya soal defisit yang dialamin BPJS Kesehatan. Kalau dari berita yang saya baca memang masih ada masyarakat yang belum taat bayar iuran mereka ke BPJS tapi jumlahnya besar atau tidak saya kurang inget.

Kurang taatnya masyarakat bayar iuran pengaruhnya pasti besar ke defisit BPJS Kesehatan. Karena iuran itu nantinya dipakai untuk biaya berobat masyarakat. Kalau masyarakat tidak bayar iuran berarti BPJS yang tangguh biayanya. Saran saya masyarakat yang belum rutin bayar iuran bisa lebih rutin lagi bayar iuran supaya semuanya tidak ditanggung BPJS Kesehatan.

3. Anggie Triyuliani (23) Karyawan Swasta

Saya belum tahu BPJS Kesehatan defisit Rp9 triliun. Kalau benar ternyata besar juga ya ruginya. Saya tidak menyalahkan pengguna BPJS kesehatan ya. Tapi ada beberapa oknum masyarakat yang malah memanfaatkan fasilitas BPJS ini. Jadi mereka bayar iuran ketika masa mendesak.

Setelah klaim cair mereka enggak nerusin lagi. Jadi tentunya beban bagi BPJS. Kalau analisa tepatnya saya kurang paham. Tapi pastinya kurang optimalnya pembayaran dari peserta BPJS Kesehatan jadi salah satu faktor penyumbang kerugian.

Saran saya sebaiknya pemerintah membenahi sistem iuran BPJS. Lebh diperketat, kalau tidak lama kelamaan kerugiannya bakal menumpuk. Padahal BPJS Kesehatan sangat bermanfaaat bagi masyarakat.

4. Wahyu Irmawati (23) Karyawan Swasta

Saya tahu kalau BPJS keuangannya bermasalah. Cuma baru tahu kalau defisit sampai Rp9 triliun. Di lihat dari keluarga saya sendiri kayaknya hampir enggak pernah bayar iuran BPJS. Cuma pas sakit kayaknya masih bisa pake BPJS. Enggak paham juga apakah kalau kita enggak bayar iuran emang tetap dilayanin berobat pake BPJS.

Itu dia, kalau orang yang jarang bayar iuran tapi tetep bisa berobat pake BPJS Kesehatan wajar aja kalau keuangan BPJS jadi terbebani. Karena uang keluar buat biaya berobat masyarakat tapi iurannya enggak jalan buat pemasukan mereka.

Saran saya masyarakat lebih disiplin bayar iuran BPJS Kesehatan. Terus kalau selama ini yang enggak atau jarang bayar iuran bisa diingatkan waktu dia berobat ke puskesmas atau rumah sakit.

5. Muhammad Ikhsan (28) Freelance

Saya enggak tahu rinciannya kalau BPJS Kesehatan defisit Rp9 triliun. Tapi yang saya tahu keuangan BPJS Kesehatan emang lagi kurang baik. Menurut saya masyarakat yang ikut BPJS Kesehatan emang kurang dalam membayar iuran. Mereka kalau sakit pakai BPJS tapi untuk bayar iuran bolong-bolong bahkan mungkin ada yang enggak bayar sama sekali.

Menurut saya kurangnya masyarakat bayar iuran salah satu penyebab kenapa BPJS Kesehatan defisit sampai Rp9 triliun. Karena pengeluaran mereka buat orang sakit jalan terus tapi pemasukan dari iurannya kecil.

Selain karena kurangnya iuran masyarakat, penyebab lain mungkin karena jumlah orang yang sakit di Indonesia banyak tapi mereka enggak bisa disalahin juga kalau akses masyarakat buat jadi sehat itu terbatas. Jadi sarannya kesehatan masyarakat harus ditingkatkan sama pemerintah dalam segala hal.

(mrt)

Sumber

KATA MEREKA: Defisit BPJS Kesehatan Menggunung, Uang Iuran Harus Digalakkan