Terperdaya Rayuan Sakti, Melati Rela Dicicipi

FAJAR.CO.ID, BENGKAYANG- Diiming-imingi akan dinikahi, Melati (bukan nama sebenarnya) rela disetubuhi Manin, warga Kecamatan Samalantan, Kabupaten Bengkayang, sebanyak enam kali. Bahkan, persetubuhan pertama kalinya yang dilakukan pemuda 23 tahun dengan gadis 14 tahun itu, di Aula Kantor Camat Capkala. Kini, kasus pencabulan dan persetubuhan tersebut tengah diproses di Polres Bengkayang.

Seperti dilansir Rakyat Kalbar, Melati mengaku sudah saling kenal dengan Manin dan menjalin hubungan asmara. Persetubuhan antara keduanya pertama kali terjadi di Aula Kantor Camat Capkala, 11 November lalu. “Saya sebelumnya diajak dia jalan selama seminggu. Kemudian diajak begituan,” akunya ditemui di Polres Bengkayang, Rabu (29/11).

Hubungan badan itu kemudian kembali terjadi untuk kedua kalinya pada Sabtu, 25 November di tempat yang sama. Karena saling cinta dan khawatir dilarang bertemu dengan pujaan hatinya, Melati nekat kabur dari rumah suadaranya Al, Minggu (26/11) pukul 04.00 WIB.

Al merupakan saudara orangtua Melati. Karena Melati putus sekolah, dia dititipkan tinggal di rumah Al, di dekat Kantor Camat Capkala. Selama enam bulan Melati tinggal di sana. Dia sambil mengasuh anak Al. Di sana, dia berkenalan dengan Manin. Benih cinta kemudian tumbuh diantaranya. Berlanjut menjalin hubungan tak sepantasnya.

Kasus ini terkuak ketika Al, mengetahui Melati kabur dari jendela rumahnya. Sebagai saudara, ia khawatir terjadi apa-apa sama Melati. Apalagi belangan Al mengetahui hubungan asmara Melati. Selama 4 hari, Melati tidak ditemukan. Akhirnya, Al menghubungi An (49), ibu Melati. Bersama-sama mereka melakukan pencarian. Hingga akhirnya, Melati ditemukan di daerah Jirak, Desa Samalantan.

Kepada keluarganya, Melati mengaku selama 3 malam dan 4 hari dia dibawa menginap di rumah saudara angkat Manin di Jirak. Setelah tahu kejadian semuanya, An melaporkan Manin ke Polsek Samalantan.

Kapolres Bengkayang, AKBP Permadi Syahids Putra menerangkan, setelah menerima laporan dan melakukan serangkaian penyelidikan, anggota Polsek Samalantan langsung menciduk Manin di kediamannya, Rabu (29/11). Tersangka kemudian diserahkan ke Mapolres Bengkayang untuk proses selanjutnya.

“Saat ini sedang berlangsung proses pemeriksaan oleh Unit PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) Satreskrim Polres Bengkayang terhadap korban dan pelaku serta para saksi,” terangnya. Untuk kepentingan pemeriksaan, Manin ditahan di Rutan Polres Bengkayang. Dia dijerat pasal 81 jo 76 D sub pasal 82 jo 76 E UU RI No 35 tahun 2014 tetang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Permadi melanjutkan, hingga November 2017 ini Polres Bengkayang telah menangani sebanyak 25 kasus persetubuhan dan cabul terhadap anak di bawah umur. Kasus tersebut kian marak sehingga menjadi perhatian serius sejumlah pihak. Ditemui di Polres, Manin mengaku melakukan persetubuhan itu atas dasar suka sama suka. “Kami sama-sama cinta. Saya berniat ingin menjadikan dia istri,” aku warga Pasukayu, Desa Marunsu, Kecamatan Samalantan ini.

Manin kembali mengaku kesal karena dituduh berhubungan badang dengan cara paksaan dan tak menyangka bakal menjadi urusan yang panjang. “Kami ini sering berhubungan lewat telepon. Kemudian menjalin hubungan asmara dan terjadilah begituan. Sebenarnya saya berani melakukan karena atas dasar suka sama suka dan sama cinta,” ucapnya.

Hubungan suami istri itu, lanjut Manin, dilakukannya sebanyak enam kali. Ada di Aula Kantor Camat dan pernah di hutan. “Saya menyesal. Apa boleh buat nasi sudah menjadi bubur. Selama ini kami berhubungan biasa saja dan tidak menyangka akan menjadi kasus hukum hingga diproses di polisi,” ucapnya. (Kurnadi/rk)

Source

Terperdaya Rayuan Sakti, Melati Rela Dicicipi