PKB Ingin Muhaimin Iskandar Jadi Pendamping Jokowi Di Pilpres

Maman menilai, setidaknya ada tiga fenomena penting dalam bursa Pilpres 2019 mendatang.

"Ada tiga hal yang penting, pertama, fenomena ini adalah fenomena yang saya cermati antara posisi relawan dengan posisi partai politik," tuturnya.

"Kita tahu relawan bersifat partisipatif sementara parpol selalu mobilisasi. Kita tahu parpol lebih tertutup dan relawan transparan. Begitu pula parpol selalu menutupi ada nilai kebijakan tetapi kalau kita lihat yang namanya relawan ada di sana yang namanya nilai dan termasuk militansi," sambung dia.

Oleh sebab itu, Maman mengaku dirinya akhirnya mendorong untuk bertemu dengan beberapa komunitas dan mendeklarasikan Cak Imin sebagai calon wakil presiden.

"Bukan hanya kalangan santri, tapi ada juga kalangan anak-anak jalanan, ada teman-teman di mana kebetulan saya koordinator Aliansi Bhinneka Tunggal Ika melihat sosok Cak Imin sebagai yang berhasil membesarkan dan mmpertahanan PKB dan melahirkan anak-anak muda yang memiliki ide lebih cemerlang," terangnya.

Karenanya, Maman menyebut, pengenalan Cak Imin sebagai salah satu cawapres 2019 dilakukan oleh para relawannya dan bukan oleh Cak Imin sendiri.

"Kita tidak menjadi dinasti siapa ke siapa tetapi kita mengutamakan nilai ke Bhinneka Tunggal Ika, nilai-nilai yang dibutuhkan oleh Indonesia. Gerakan inilah yang kemudian dinamakan gerakan Kampasing," tutur dia.

"Jadi kalau Agus Harimurti Yudhoyono sudah keliling ke mana-mana dan sendiri, kita justru keliling di relawannya. Relawannya keliling termasuk juga beberapa kiai muda, santri-santri terus mengundang Cak Imin menjadi sosok yang nanti menjadi calon wakil presiden," imbuhnya.

Lalu kedua, sambung Maman, politik sangat dinamis sehingga muncul nama Agus Harimurti Yudhoyono dan Cak Imin, juga nama-nama lain maju dalam bursa Pilpres.

"Kenapa begitu? Karena daripada ada orang yang memunculkan sosok diri untuk menjadi pemimpin nasional dengan menggoreng isu-isu SARA dengan terus menggadaikan masa depan Indonesia dan lain sebagainya, saya tidak sebut nama tapi itu sangat membahayakan," terang dia.

Dan ketiga, lanjut Maman, Presiden Joko Widodo atau Jokowi cukup berhasil membangun infrastruktur. Sebab tidak pernah ada Presiden yang membangun infrastruktur dengan semasif dan secepat Jokowi walaupun kritikan yang macam-macam.

"Jokowi pun menyelesaikan beberapa proyek proyek yang mangkrak di zaman Pak SBY dan lain sebagainya. Tapi saya kritik pemerintahan Pak Jokowi itu bahwa ada yang harus dioptimalkan disisa pemerintahannya yaitu pembangunan manusia Indonesia, ada program Revolusi Mental, ada program dengan berbagai pembangunan karakter," kata dia.

Sumber

PKB Ingin Muhaimin Iskandar Jadi Pendamping Jokowi di Pilpres
PKB Klaim Jokowi Butuh Muhaimin Iskandar Jadi Cawapres
PKB sebut wacana Jokowi-OSO di Pilpres 2019 biar Hanura eksis
PKB Nilai Indonesia Butuh Cawapres yang Paham Islam Transformatif