Kisah Bung Karno Dan Capung Besi Dari Kennedy

Jakarta - Peristiwa di suatu hari pada April 1961 di Gedung Putih, Amerika Serikat, itu masih terekam jelas dalam memori Megawati Soekarnoputri. Sang ayah, presiden pertama RI Sukarno, begitu bahagia bertemu dengan koleganya, Presiden Amerika Serikat John F Kennedy.

Megawati, yang kemudian menjadi presiden ke-5 Indonesia, mengatakan peristiwa di Gedung Putih kala itu menggambarkan kedekatan Bung Karno dengan Kennedy. "Kennedy membawa Bung Karno ke kamar pribadi beliau," kenang Mega saat peluncuran tiga seri buku tentang Bung Karno di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (30/11/2017).

Kisah Bung Karno dan Capung Besi dan KennedyFoto: dok. jfklibrary.org

Seperti apa kedekatan Bung Karno dengan Kennedy?

Dalam buku 'Kennedy & Sukarno', yang diterbitkan atas kerja sama majalah Historia dengan Penerbit Buku Kompas, disebutkan Bung Karno menjalin hubungan baik dengan Kennedy. "Soal sengketa Irian Barat, dia (Kennedy) memihak Indonesia," begitu tertulis dalam halaman 1 buku tersebut seperti dikutip

detikcom, Selasa (5/12/2017).

Syahdan, John F Kennedy, yang dilantik sebagai presiden ke-35 Amerika Serikat pada 20 Januari 1961, mengundang Bung Karno untuk datang ke negaranya. Undangan itu disambut gembira oleh Bung Karno.

Duta Besar Indonesia untuk Amerika kala itu, Howard Palfrey Jones, dalam bukunya, 'Indonesia: The Possible Dream', menyebut Bung Karno sangat bersemangat memenuhi undangan tersebut. Namun tidak dengan Megawati, yang kala itu masih berusia 14 tahun. "Saya jengkel karena harus berpakaian nasional," kenang Ega, begitu biasa Bung Karno memanggil putrinya itu.

Kisah Bung Karno dan Capung Besi dan KennedyMegawati menghadiri peluncuran serial tiga buku Bung Karno. (Ari Saputra/detikcom)

Pada 24 April 1961, rombongan Bung Karno tiba di Washington, DC, AS. Presiden Sukarno mengisahkan hangatnya sambutan Kennedy itu kepada Cindy Adams, yang kemudian ditulis dalam buku 'Bung Karno: Penyambung Lidah Rakyat Indonesia'.

"Dia (Kennedy) mendekatiku dengan langsung dan ramah sekali," kenangnya.

Dalam perjalanan menuju ruangan untuk makan siang, Kennedy menunjukkan kepada Sukarno sebuah helikopter kepresidenan yang baru di halaman Gedung Putih.

Setelah santap siang, Kennedy mengajak Sukarno keliling Washington dengan helikopter tersebut. "Aku sangat merasakan kebahagiaan, bahwa Presiden Amerika Serikat dan Presiden Indonesia terbang berkeliling bersama-sama," kata Sukarno mengungkapkan kebahagiaannya.

Kennedy menangkap raut kegembiraan sang sohib. Saat terbang di langit Washington, Kennedy menawarkan apakah Bung Karno ingin memiliki helikopter jenis Sikorsky S-61 itu. Mungkin karena gengsi, Bung Karno tak memberikan jawaban tegas.

Namun, tak sampai setahun setelah lawatannya itu, Sukarno menerima helikopter kepresidenan Sikorsky S-61 dari Kennedy. Dalam surat-menyuratnya kepada Kennedy, Bung Karno mengucapkan terima kasih atas hadiah tersebut.

"(Helikopter) itu telah terbukti sangat membantu saya terutama dalam perjalanan menginspeksi daerah-daerah," tulis Sukarno dalam suratnya di bulan Februari 1962 seperti dikutip dari buku 'Kennedy & Sukarno'.

Surat-surat Bung Karno dengan Kennedy itu tersimpan dalam perpustakaan kepresidenan JFK Library. Adapun helikopter kepresidenan jenis Sikorsky S-61 sejak Orde Baru tak lagi digunakan. Capung besi dari Kennedy itu saat ini tersimpan di Museum Transportasi Angkut di Batu, Jawa Timur.

Kisah Bung Karno dan Capung Besi dari KennedyFoto: Fuad Hasyim/detikcom

(erd/jat)

Source

Kisah Bung Karno dan Capung Besi dari Kennedy
Mempertautkan Bung Karno, Ho Chi Minh dan Kennedy