KATA MEREKA: Gerai Ritel Berguguran, Benarkah E Commerce Penyebabnya?

JAKARTA - Belakangan banyak gerai ritel yang berguguran di pusat-pusat perbelanjaan. Ada pihak yang menduga fenomena tersebut disebabkan berkembangnya e-commerce.

Pesatnya perkembangan sistem perdagangan online dinilai telah mengubah pola belanja masyarakat yang semula lebih banyak membeli barang dengan mendatangi pusat perbelanjaan menjadi gemar membeli produk secara online.

BERITA TERKAIT +

Keguguran ritel yang pertama kali mencuri perhatian publik adalah 7-Eleven. Namun gugurnya ritel yang akrab disebut Sevel lebih dinilai karena melemahnya daya beli. Namun tak sedikit yang menduga itu dikarenakan kehadiran e-commerce.

Baru ketika sejumlah gerai Ramayana, Matahari, Lotus hingga Debenhams ditutup e-commerce mulai disangkut pautkan. Bahkan pemerintah mulai serius menggodok kebijakan yang mana pelaku usaha e-commerce akan dikenakan pajak penghasilan.

Lantas, di mata masyarakat, benarkah e-commerce sebagai penyebab bergugurannya gerai-gerai ritel? Berikut kata mereka:

1. Andini Aulia (23) Karyawan Swasta

Gerai ritel banyak yang tutup katanya karena daya beli masyarakat lemah dan belum tentu karena e-commerce. Tapi yang saya alami emang udah jarang belanja. Males buat belanja padahal uangnya ada.

Kalo dibilang orang lebih suka belanja online enggak juga. Kalo saya biasanya belanja online karena enggak sengaja. Kadang lagi iseng lihat-lihat yang dijual di toko online, taunya ada yang menarik akhirnya dibeli. Tapi awalnya enggak diniatin buat belanja.

Kelebihan belanja di gerai lebih puas milih-milih barangnya. Tapi buat yang enggak mau ribet anggap mal itu kurang efisien dan bikin cape muter-muter cari barang yang dimau. Tapi kelebihannya lebih terjamin barang yang kita beli.

Pusat perbelanjaan harus lebih menarik. Orang suka yang unik-unik. Walaupun awalnya mereka mungkin dateng cuma penasaran tapi berawal dari iseng bisa belanja.

2. Ade Pratama (27) Karyawan Swasta

E-commerce memang punya andil dalam memengaruhi cara kita belanja, tapi tidak sepenuhnya gerai ritel tutup karena e-commerce.

Dengab kemudahan yang diberikan oleh e-commerce banyak orang lebih milih belanja online. Udah jarang mungkin orang yang belanja pergi ke mal atau pusat perbelanjaan. Tapi ada juga yang tidak mau belanja online karena kurang percaya.

Belanja di mal atau pusat perbelanjaan kelebihannya kita bisa sekalian cuci mata lihat-lihat produk yang kita suka walaupun tidak dibeli tapi bisa jadi refreshing daripada diem di rumah. Tapi itu, orang banyak yang ke mal sekedar lihat-lihat aja.

Saran supaya tidak semakin banyak gerai ritel yang tutup, harus lebih kreatif gerai-gerai tersebut supaya banyak orang tertarik untuk dateng. Minimal ngundang orang biar dateng dulu.

3. Rudi Haryanto (25) Freelance

Saya kurang setuju e-commerce dianggap sebagai penyebab tutupnya gerai-gerai ritel. Lebih ke pilihan masyarakat aja mau belanja lewat mana.

Banyak yang lebih milih belanja online. Tapi ada juga kok yang anti belanja lewat online dan lebih milih belanja di gerai karena buat barang-barang tertentu itu berisiko kalo beli online.

Itu dia, kalo beli barang elektronik aja, pasti orang lebih milih beli secara langsung daripa beli online karena risikonya tinggi. Terus kenapa pusat elektronik di Glodok sama Mangga Dua sepi, itu bukan karena e-commerce tapi karena toko barang elektronik sekarang gampang ditemuin di mana-mana, tanpa perlu jauh-jauh ke sana.

Kalo gerai ritel enggak mau tutup sarannya mereka perbanyak jual kebutuhan yang dicari masyarakat yang jarang dijual di e-commerce.

4. Pramesti Praja (24) Karyawan Swasta

E-commerce menurut saya ada pengaruhnya dengan sepinya gerai ritel sampe akhirnya harus tutup. Tapi saya kurang setuju kalo e-commerce dianggap sebagai penyebabnya.

Masyarakat kalo yang saya lihat dari temen-temen deket saya emang lebih suka belanja online. Enggak cuma karena praktis tapi menurut saya kalo lewat online bisa lihat perbandingan harga antara satu penjual dengan penjual yang lain jadi bisa dapet harga yang paling murah.

Belanja secara langsung di tempat penjualnya pasti ada kelebihannya. Kita enggak rawan ketipu sama barang yang mau kita beli. Kalo beli online mungkin barang di foto sama aslinya bisa beda jauh. Kalo beli langsung bisa dilihat pake mata kita sendiri bisa dicek juga barangnya beres apa enggak.

Saran saya lebih ke pemerintah yang harus membatasin pendirian gerai-gerai ritel. Kalo tiap waktu jumlahnya tambah banyak pasti ada aja yang tutup karena persaingannya terlalu ketat. Kadang di satu mal aja bisa ada banyak gerai ritel.

5. Yesi Azril (23) Karyawan Swasta

E-commerce memang bisa juga dianggap sebagai penyebab banyaknya gerai ritel tutup. Saya cukup setuju kalau e-commerce ada kaitannya sama tutupnya gerai-gerai ritel.

Iya sekarang masyarakat lebih banyak belanja lewat online daripada dateng langsung ke mall. Alasannya lebih praktis kalau lewat online. Enggak perlu keluar rumah.

Belanja di toko langsung juga ada kelebihannya, bisa ngecek barangnya secara langsung. Jadi kita bener-bener tahu barang yang mau kita beli sesuai yang kita mau apa enggak. Kalo beli online harus siap kalo barangnya enggak sesuai sama yang dimau.

Supaya enggak semakin banyak gerai ritel yang tutup pasti harus ada inovasi buat datengin banyak pembeli. Kalo dari tahu ke tahun gitu-gitu aja dia bakal semakin ditinggal sama pembeli.

(rzy)

Sumber

KATA MEREKA: Gerai Ritel Berguguran, Benarkah E-Commerce Penyebabnya?