3 Hari 2 Malam Di Hongkong, Ke Mana Saja?

HONGKONG, KOMPAS.com - Menyaksikan pemandangan lampu gedung-gedung pencakar langit dari Victoria Harbour atau main ke Disneyland seringkali menjadi destinasi para pelancong saat berkunjung ke Hongkong.

Tak hanya dua destinasi itu, Hongkong juga punya banyak tempat seru lainnya yang bisa dikunjungi. Mulai dari tempat-tempat belanja, wisata kuliner, wisata sejarah, hingga tempat berburu foto landskap bisa ditemukan di Hongkong.

(Baca juga : Mencicipi Dimsum Instagramable di Pusat Hongkong)

Bingung menyusun jadwal perjalanan? Berikut panduan liburan 3 hari 2 malam berwisata di Hongkong.

Hari Pertama

Berkunjung ke Hongkong belum afdol jika tak mencicipi dimsum. Mengunjungi restoran Lin Heung Kui di daerah Des Voeux Road, Sheung Wan bisa menjadi alternatif dalam memulai pagi di Hongkong.

Menu dimsum di restoran Lin Heung Kui di daerah Sheung Wan, Hongkong.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Menu dimsum di restoran Lin Heung Kui di daerah Sheung Wan, Hongkong.Sarapan dimsum sambil minum teh sudah menjadi tradisi masyarakat Hongkong. Bagi warga yang sudah lanjut usia, seringkali tradisi itu dilakukan sambil ngobrol bersama kerabat di restoran favorit.

(Baca juga : Menikmati Sepoi Angin dan Sensasi Naik Trem di Hongkong)

Pemandangan tersebut salah satunya bisa dilihat di restoran Lin Heung Kui. Beberapa warga tak hanya ngobrol dan menyantap sarapan tapi juga membaca surat kabar.

Ada satu hal menarik saat berkunjung ke restoran dimsum tradisional ini.

Jika tak kebagian meja, Anda harus siap mengantre. Namun, di restoran dimsum tradisional ini Anda harus bersedia "nongkrong" di pinggir meja yang akan Anda tempati. Konsepnya, siapa cepat dia dapat. Tak ada reservasi tempat duduk. Seru kan?

Beberapa unit tram sedang berhenti di halte untuk mengangkut atau menurunkan penumpang di Hongkong.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Beberapa unit tram sedang berhenti di halte untuk mengangkut atau menurunkan penumpang di Hongkong.Usai menyantap sarapan di Lin Heung Kui kita bisa mencoba menaiki trem, transportasi tertua di Hongkong. Kereta tingkat bertenaga listrik ini beroperasi sepanjang pantai utara Hongkong Island dari timur ke barat dan sebaliknya.

(Baca juga : Tips Memilih Makanan Halal di Hongkong)

Jika ingin mencoba naik transportasi ini, tarifnya 2,30 dollar Hongkong atau sekitar Rp 4.000 untuk dewasa, 1,20 dollar Hongkong atau Rp 2.100 untuk anak-anak di bawah 12 tahun serta 1,10 dollar Hongkong atau Rp 1.900 untuk 65 tahun ke atas.

Untuk menaiki trem, Anda hanya tinggal menyeberang jalan karena salah satu halte trem berada tepat di seberang Lin Heung Kui. Sambil menikmati pemandangan kota Hongkong, Anda juga bisa menikmati sepoi angin di tingkat atas trem.

Memasuki waktu makan siang, Anda bisa mencoba restoran dengan makanan-makanan halal di Ma's Restaurant di daerah Sham Sui Po, tepatnya di Cheung Sha Wan Road.

Salah satu restoran halal di Hongkong, Mas Restaurant. Berlokasi di Cheung Sa Wan Road, Sham Shui Po, Kowloon. KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Salah satu restoran halal di Hongkong, Mas Restaurant. Berlokasi di Cheung Sa Wan Road, Sham Shui Po, Kowloon. Selain halal, makanan-makanan di restoran ini juga sangat menggoyang lidah. Salah satu menu andalannya adalah daging kambing goreng atau Lamb Rack Full French dan buntut sapi atau Ox Tail with Spicy Sauce in Mini Hot Pot.

Masih banyak menu unggulan lainnya yang bisa dipilih sesuai selera.

Setelah makan-makan di Ma's Restaurant, saatnya membakar kalori. Tak jauh dari lokasi tersebut, kita bisa menemukan pusat belanja murah dekat dengan Stasiun Sham Sui Po.

Beberapa pakaian bahkan dijual dengan harga sangat murah, yakni hingga 20 dollar Hongkong atau sekitar Rp 35.000.

Tak hanya pakaian, di pusat belanja tersebut Anda juga bisa menemukan stan-stan barang elektronik yang menjual pernak-pernik seperti power bank, kabel USB, charger, casing ponsel, dan lainnya.

Sejumlah menu makanan halal di Mas Restaurant di Cheung Sa Wan Road, Sham Shui Po, Kowloon. Salah satu menu unggulan di restoran tersebut adalah Lamb Chop (tengah).KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Sejumlah menu makanan halal di Mas Restaurant di Cheung Sa Wan Road, Sham Shui Po, Kowloon. Salah satu menu unggulan di restoran tersebut adalah Lamb Chop (tengah).Beberapa toko juga menjual makanan ringan. Salah satu makanan yang dijual di beberapa toko adalah toko olahan tahu. Makanan yang dijual di antaranya kembang tahu, kulit tahu dan tahu goreng.

Jalan-jalan ke Hongkong tak lengkap rasanya tanpa menikmati pemandangan kota dari Victoria Harbour. Salah satu spot yang juga patut dicoba adalah observation deck di Harbour City baru saja diperluas. Observation deck terletak di lantai rooftop pusat perbelanjaan Harbour City.

Hari Kedua

Setelah mencoba dimsum tradisional di Lin Heung Kui. Dimsum di kantin Islamic Center, Hongkong juga patut dicoba. Selain halal, dimsum di kantin ini juga berkualitas tinggi dan super nikmat!

Beberapa menu yang patut dicoba adalah Steamed Beef Balls, Steamed Shrimp Dumplings, Deep Fried Chicken Dumplings, hingga Deep Ftied Shrimp Won Ton.

Salah satu menu Dimsum di kantin Islamic Center, Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, Oi Kwan Road, di daerah Wan Chai, Hongkong.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Salah satu menu Dimsum di kantin Islamic Center, Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, Oi Kwan Road, di daerah Wan Chai, Hongkong.Harganya dimsum di kantin ini juga bisa dikatakan cukup murah, dengan kisaran 13 hingga 20 dollar Hongkong per porsinya.

Usai mencicipi dimsum halal di Islamic Center, saatnya santap siang di Cross Cafe, tempat makan di High Street, kawasan Sai Ying Pun. Restoran ini termasuk kategori Cha Chaan Teng, yakni restoran kecil yang menampung 20 sampai 30 pengunjung.

Biasanya, orang-orang yang berkunjung ke restoran tipe ini adalah orang-orang yang hanya menyantap makanan tanpa "kongkow" alias makan cepat.

Restoran tipe ini juga menjadi tempat makan yang mudah diakses dan menjual makanan campuran, Chineese Food dan Western Food.

Cross Cafe terkenal dengan signature milk tea-nya. Bagi Anda yang menyukai kopi juga bisa mencoba menu Yuan Yang alias Coffee Milk Tea.

Cross Cafe, tempat makan di High Street, kawasan Sai Ying Pun, Hongkong termasuk tempat yang dikategorikan Cha Chan Teng atau kedai kecil.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Cross Cafe, tempat makan di High Street, kawasan Sai Ying Pun, Hongkong termasuk tempat yang dikategorikan Cha Chan Teng atau kedai kecil.Lebih lengkap jika sambil menyantap French Toast with Nutella Chocollate Spread.

Usai makan-makan, saatnya jalan-jalan sore ke kawasan Old Town Central, daerah pertama yang dipijak oleh koloni Inggris. Banyak tempat unik di kawasan ini, mulai dari tempat-tempat unik yang berhubungan dengan Inggris, tanda-tanda Hongkong lama, tempat belanja, pusat barang antik, hingga destinasi kuliner.

Menikmati angin sore di Hongkong juga bisa sekaligus berburu foto-foto instagramable dengan berpose di street arts. Sejumlah dinding di kawasan Central ini dicat dengan desain-desain menarik yang amat memanjakan mata.

Setelah berkeliling dan berburu foto di Old Town Central, makan malam Hot Pot di kawasan Mong Kok bisa menjadi pilihan menarik.

Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Langham Place, Mong Kok, Hongkong, Kamis (30/1/2014). Hongkong saat ini memiliki populasi sekitar tujuh juta penduduk dan bangunannya didominasi dengan rusun atau apartemen.KOMPAS IMAGES / RODERICK ADRIAN MOZES Suasana di salah satu pusat perbelanjaan di Langham Place, Mong Kok, Hongkong, Kamis (30/1/2014). Hongkong saat ini memiliki populasi sekitar tujuh juta penduduk dan bangunannya didominasi dengan rusun atau apartemen.Mong Kok merupakan salah satu dari tiga distrik di Hongkong yang kerap dipenuhi pengunjung. Tiga distrik tersebut terbilang yang paling lengkap di Hongkong dengan berbagai macam restoran, tempat belanja dan keperluan lainnya.

Restoran Fo Shui Lo menjadi salah satu restoran yang bisa dijadikan alternatif jika mau menyantap Hot Pot bersama keluarga atau kerabat.

Di sana, kita bisa meracik sendiri bumbu yang akan kita makan. Salah satu menu unik di restoran ini adalah kulit tahu goreng.

Untuk menyantapnya, kita perlu mencelupkan kulit tahu tersebut ke kuah Hot Pot selama tiga hingga lima detik. Jika berhasil, kita akan mendapatkan kulit tahu empuk namun dengan isian yang masih agak garing.

Meski kedengarannya mudah, kadang masih ada yang gagal mendapatkan tekstur kulit tahu yang garing itu, lho. Siap mencoba tantangan ini?

Untuk menutup hari, Anda bisa berkeliling di kawasan Ladies Market. Lokasinya tak jauh dari restoran Fo Shui Lo dan bisa ditempuh dengan jalan kaki beberapa menit.

Salah satu tempat yang menjual Dimsum halal, Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, Oi Kwan Road, di daerah Wan Chai, Hongkong.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Salah satu tempat yang menjual Dimsum halal, Ammar and Osman Ramju Sadick Islamic Centre, Oi Kwan Road, di daerah Wan Chai, Hongkong.Ladies Market merupakan salah satu spot belanja terlengkap di Hongkong. Anda bisa memborong souvenir untuk oleh-oleh, kosmetik, pakaian, sneakers, hingga barang-barang elektronik semua ada di sini.

Untuk mendapatkan harga yang miring, Anda juga bisa melakukan tawar-menawar di sini. Tapi hati-hati, karena pedagangnya galak-galak, lho.

Hari Ketiga

Hongkong ternyata tak hanya memiliki wisata kota, namun juga memiliki wisata alam. Bagi Anda yang ingin menikmati wisata alam Hongkong bisa mencoba mendaki di daerah Bowen Road menuju Lover's Rock alias batu cinta.

Titik awal pendakian bermula dari Wanchai Gap Road dilanjutkan menaiki tangga dan mendaki di Bowen Road. Alur pendakian bisa mencapai 4 kilometer dilengkapi dengan toilet serta tempat istirahat yang juga bisa digunakan untuk olahraga seperti senam dan Taichi.

Salah satu spot street art di kawasan Old Town Central, Hongkong.KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Salah satu spot street art di kawasan Old Town Central, Hongkong.Di puncak pendakian, Anda bisa menemukan batu granit setinggi 9 meter yang kerap disebut Batu Cinta. Masyarakat lokal kerap berdoa untuk mendapatkan jodoh atau meminta keturunan di batu tersebut.

Sebelum memasuki jam makan siang, Anda bisa mampir ke restoran yang menyediakan dimsum modern yang bentuk dan rasanya unik. Restoran Social Place di The L Place, Queen's Road Central di Central, daerah pusat bisnis di Hongkong, memiliki 18 menu dimsum. Beberapa di antaranya adalah bakpao lucu dengan bentuk-bentuk unik.

Salah satunya adalah bakpao berbentuk apel hijau. Seperti bentuknya, bakpao ini memiliki isian selai apel yang rasanya juga unik.

Di samping menu dimsum, Social Place juga kerap dipadati pengunjung pada jam makan siang. Terlebih daerah Central memang kawasan bisnis yang cukup sibuk.

Dimsum dengan warna dan bentuk unik di daerah Central, Hongkong, Jumat (1/12/2017).KOMPAS.com/NABILLA TASHANDRA Dimsum dengan warna dan bentuk unik di daerah Central, Hongkong, Jumat (1/12/2017).Tak hanya dimsum, namun menu-menu makanan berat di restoran ini juga tak kalah unik. Seperti menu Flamin' Pineaple. Sesuai namanya, nanas yang disajikan utuh ini nantinya akan dibakar oleh pramusaji restoran. Proses itu dilakukan untuk menghangatkan makanan yang ditaruh di dalam nanas utuh tersebut.

Saat kepala nanas dibuka, Anda akan menemukan potongan daging sapi yang dicampurkan bersama paprika dan potongan buah nanas. Yumm!

Source

3 Hari 2 Malam di Hongkong, ke Mana Saja?
Prediksi & Head to Head AC Milan vs Hellas Verona, Jadwal Bola Malam Ini 14 Des 2017
3 destinasi terindah di Hong Kong
Prediksi & Head to Head AS Roma vs SPAL, Jadwal Bola Malam Ini 2/12/17
Melancong ke Bahama, Wow... Senangnya
Pelajaran dari Tim Kecil untuk PSG
Liburan Romantis Di Kyoto
Juventus Menang Di San Paolo, Allegri Sebut Napoli Masih Calon Kuat Peraih Scudetto
Prediksi Liga Spanish Real Madrid vs Sevilla 9 December 2017
Lokasi Geng Rawa Lele 212 Bacok Polisi Sering Jadi Tempat Tawuran