Baca ini : Karena Bernutrisi Tinggi Peneliti Anjurkan Manula Konsumsi Walnut Secara Rutin

Foto: iStockFoto: iStock

Berita penting – Jakarta – Walnut sering dinikmati sebagai makanan ringan alasannya ialah rasanya yang gurih. Nutrisi pada kacang ini sanggup memberi asupan nutrisi lebih banyak pada manula.

Studi Kesehatan Masyarakat Loma Linda University (LLU) yang diterbitkan pada 23 Agustus dalam edisi online British Journal of Nutrition menemukan bahwa para manula yang menambahkan walnut ke makanan mereka lebih cantik profil gizinya. Daripada para manula yang tidak menambahkan walnut ke makanan mereka.

baca juga : Jangan Sepelekan walnut, Ini Manfaatnya untuk Mr P Anda

Edward Bitok, ajun profesor gizi di LLU School of Allied Health Profession, yang juga mahasiswa pascasarjana di School of Public Health melaksanakan studi selama dua tahun. Temuan penelitian ini dimasukkan ke dalam tesis doktoralnya, lapor.

Karena Bernutrisi Tinggi Peneliti Anjurkan Manula Konsumsi Walnut Secara RutinFoto: iStock


Dilansir dari adventistreview.org (13/9), Bitok menyampaikan bahwa tujuan penelitian ini ialah untuk menilai apa yang terjadi pada keseluruhan profil nutrisi dikala manula mengonsumsi sejumlah walnut ke dalam makanan mereka.

Direktur Pusat Gizi, Gaya Hidup dan Penyakit di Sekolah Kesehatan Masyarakat, Joan Sabaté, telah meneliti walnut selama beberapa dekade. Beberapa temuan mereka ialah mengonsumsi walnut harian sanggup mengurangi kolesterol serum pada manula. Walnut tinggi asam lemak omega-3 sanggup meningkatkan fungsi neuron, dan walnut juga mengandung antioksidan dan fitokimia dengan dampak anti penuaan.

“Kami berhipotesis bahwa walnut mempunyai dampak yang menguntungkan dalam menunda penurunan kognitif terkait usia di kalangan manula,” kata Joan.

Bitok mencatat bahwa mengonsumsi walnut dalam makanan sehari-hari ialah seni administrasi sederhana untuk mengatasi penurunan asupan gizi pada manula. Dia juga menyampaikan walnut sanggup memberi dampak baik bagi kesehatan kardiovaskular tanpa dampak jelek pada berat badan.

Dalam penelitian tersebut, 317 penerima secara acak dibagi menjadi dua kelompok, kelompok walnut dan kelompok tanpa walnut. Peserta di kelompok walnut diberi 30-60 g walnut kemasan per hari dan diminta memasukkannya ke dalam makanan mereka. “Mereka tidak diberi saran diet lain, atau resep masakan,” kata Bitok.

Peserta pada kelompok kedua diinstruksikan untuk menahan diri untuk tidak makan walnut selama masa studi. Diet penerima di kedua kelompok dinilai secara terpola selama penelitian berlangsung.

Ketika hasil dianalisis, Bitok dan rekan-rekannya menemukan bahwa penerima yang makan walnut mengonsumsi asupan protein nabati, asam lemak tak jenuh ganda dan asam lemak omega-3 yang secara signifikan lebih tinggi.

Karena Bernutrisi Tinggi Peneliti Anjurkan Manula Konsumsi Walnut Secara RutinFoto: iStock


Sedangkan, penerima dalam kelompok yang tidak makan walnut, ditemukan mengonsumsi lebih banyak karbohidrat, lemak jenuh, sodium dan protein hewani. Dan kedua kelompok tersebut tidak berbeda secara signifikan dalam asupan makanan kalsium, seng, potassium, folat atau vitamin B6, B12, E dan D.

Bitok juga mencatat bahwa alasannya ialah banyaknya data yang dihasilkan oleh penelitian ini, diperkirakan akan memakan waktu beberapa bulan. Sebelum peneliti sanggup menyampaikan apakah mereka menemukan kaitan antara konsumsi walnut dan peningkatan kesehatan kognitif dan retina.

“Kami percaya bahwa manfaat ini dimungkinkan oleh fleksibilitas walnut, alasannya ialah mereka sanggup dinikmati sendiri atau dengan aneka macam makanan menyerupai salad, smoothies, susu dan makanan pencuci mulut,” kata Bitok.

Baca juga : Konsumsi Kacang walnut Bisa Tekan Nafsu Makan Lho
Sumber detik.com