Baca ini : Dusun Semampir Olah Pepaya California Jadi Carica Paris yang Legit

Foto: dok. detikFood/IstimewaFoto: dok. detikFood/Istimewa

Berita penting – Jakarta – Pepaya melimpah di dusun Semampir menciptakan harganya murah. Dengan industri rumahan, pepaya diolah jadi carica Paris dan dodol yang enak.

Pepaya di Dusun Semampir, Desa Panjangrejo, Kecamatan Pundong, Kabupaten Bantul melimpah. Menyadari adanya potensi yang sanggup dikembangkan dari buah ini, balasannya warga secara swadaya mengolah pepaya menjadi Dodol Pepaya dan Carica Paris.

“Ya eman-eman, terus kami ke Dieng (Wonosobo) untuk berguru menciptakan carica dari pepaya,” ujar Ketua I Kelompok Wanita Tani (KWT) Sido Makmur Semampir, Arifi Laili ke wartawan, Senin (25/8/2017).

Dusun Semampir Olah Pepaya California Makara Carica Paris yang LegitPepaya California yang Diolah Makara Carica Paris dan Dodol di Bantul (Foto: iStock)


Laili menerangkan, Carica Paris buatan KWT Sido Makmur Semampir tak jauh berbeda dengan Carica Dieng. Perbedaannya hanya jenis pepaya yang digunakan, untuk Carica Paris pepaya yang dipakai khusus jenis California.
“Pepaya jenis California kan teksturnya cukup keras, hasilnya minuman bagus (Carica Paris) dari pepaya jenis ini renyah sehabis diolah,” ungkapnya.

Banyak laba yang diperoleh warga dari mengolah pepaya ini. Hanya dengan modal Rp 60 ribu untuk mendapat 20 kilogram pepaya jenis California, sehabis diolah mereka sanggup menghasilkan Carica Paris sebanyak 300 cup.

“Satu cup Carica Paris dihargai Rp 2 ribu, jikalau 300 cup terjual ya berarti sanggup Rp 600 ribu,” katanya. Selain mengolah pepaya menjadi Carica Paris, KWT Sido Makmur Semampir juga mengolah pepaya menjadi dodol. Untuk materi dasar Dodol Pepaya, semua jenis pepaya sanggup digunakan, tidak harus jenis California.

Dusun Semampir Olah Pepaya California Makara Carica Paris yang LegitCarica Pepaya California yang Siap Dipasarkan (Foto: Ilustrasi dok. detikFood)


“Kalau pepaya biasa yang ada di kampung-kampung harganya mung (cuma) Rp 1 ribu,” tambah Ketua II KWT Sido Makmur Nina Trinawati. Proses pembuatan Dodol Pepaya tidak jauh berbeda dengan olahan dodol pada umumnya. Cuma untuk menghilangkan getah pepaya membutuhkan teknik khusus.

“Caranya, pepaya yang sudah dikukus setengah matang dikupas, setelahnya pepayanya direndam dalam air yang mengandung kapur sirih selama satu jam, tujuannya semoga getah pepaya hilang,” ungkapnya.
Setelah dimasak, gabungan dodol dikemas memakai plastik. Nina menjelaskan, untuk 15 kilogram pepaya dicampur bahan-bahan lainnya, pihaknya sanggup menghasilkan 100 dodol kemasan 250 gram dan 120 dodol kemasan 200 gram.

“Harga dodol kemasan 200 gram Rp 6 ribu, yang kemasan 250 gram Rp 10 ribu. Pemasarannya biasanya kami titipkan di sentra buah tangan sekitar Pantai Parangtritis, juga kami pasarkan ke Solo dan Semarang,” pungkasnya.


Sumber detik.com