Baca ini : Ahli Makanan Prediksi Makanan Berbahan Ganja Akan Segera Jadi Tren

Foto: PinterestFoto: Pinterest

Berita penting – Jakarta – Pemakaian ganja dalam industri kuliner makin terkenal di Amerika. Karenanya jago kuliner memprediksi ganja sanggup jadi tren kuliner selanjutnya.

Seorang profesor kebijakan dan distribusi pangan di Dalhousie University di Hailfax meramalkan akan jadi tren makanan. Karenanya perlu diatur untuk mengurangi risikonya.

Sementara Sylvain Charlebois, profesor fakultas pertanian dari Dalhousie University beropini bahwa hal ini sanggup memicu fenomena gluten-free berikutnya. Sebab banyak perusahaan di industri kuliner mulai tertarik dengan ganja.

Baca juga: Apa Sebenarnya Arti Istilah ‘Gluten Free’?

Ahli Makanan Prediksi Makanan Berbahan Ganja Akan Segera Kaprikornus TrenFoto: Istimewa


Charlebois dan Simon Somogyi telah melaksanakan survei mengenai kesediaan orang-orang Kanada untuk mempertimbangkan ganja sebagai materi kuliner dan memasukkannya ke dalam kuliner mereka. Hasilnya Lebih dari 45 persen responden menyampaikan bahwa mereka bersedia membeli kuliner yang mengandung ganja, jikalau penggunaannya telah dilegalisir.

Beberapa orang mungkin akan menentukan untuk melaksanakan itu. Akan tetapi mereka perlu memahami jadinya terlebih dahulu. Dikutip dari CBC News (26/9), Dr. Benedikt Fischer seorang ilmuwan senior di Pusat Kecanduan dan Kesehatan Mental Toronto menyatakan bahwa, produk ganja yang sanggup dimakan tidak menimbulkan hal yang sama dengan dihirup. Namun sanggup mengakibatkan kerusakan yang lebih parah.

Ahli Makanan Prediksi Makanan Berbahan Ganja Akan Segera Kaprikornus TrenFoto: Istimewa


Hal ini disebabkan produk ganja yang sanggup dimakan sering mengandung THC. Zat psikoaktif ini memberi konsumen perasaan ‘high’. Zat terdapat dalam banyak sekali bentuk, menyerupai kuliner yang dipanggang, permen dan mentega yang berbahan ganja.

Bagi orang dewasa, makan ganja secara hiperbola jarang menimbulkan konsekuensi serius. Selain menimbulkan kecemasan yang berpengaruh atau dorongan berpengaruh untuk tidur. Hal ini disampaikan Dr. Patricia Daly, kepala petugas kesehatan medis untuk Vancouver Coastal Health. Namun bagi anak-anak, Daly menyampaikan bahwa konsekuensinya sanggup jauh lebih parah. Bahkan sanggup mengganggu pernapasan hingga mengalami koma.

Baca juga: Susu Ganja yang Gurih Manis Mulai Digemari untuk Atasi Rasa Sakit dan Cemas

Ian Culbert, eksekutif eksekutif Asosiasi Kesehatan Masyarakat Kanada, menyampaikan bahwa harus ada peraturan ketat dan rangkaian produk terbatas. Dengan kata lain ganja sanggup dikonsumsi harus mempunyai identifikasi takaran dan porsi yang jelas, sehingga peredarannya yang bebas tidak menimbulkan hal buruk.
Sumber detik.com