Aktrisnya Diancam Dipenggal, Film Bollywood Batal Ditayangkan

Aktrisnya Diancam Dipenggal, Film Bollywood Batal DitayangkanAktris Bollywood Deepika Padukone (Shaun Curry/AFP/Getty Images)

New Delhi – Perilisan sebuah film Bollywood berjudul ‘Padmavati’ terpaksa ditunda alasannya yaitu adanya bahaya pembunuhan terhadap aktris utama film tersebut, Deepika Padukone. Kelompok Hindu garis keras mengatakan imbalan 50 juta rupee (Rp 10,3 miliar) untuk siapa saja yang memenggal Padukone.

Seperti dilansir CNN, Rabu (22/11/2017), film berjudul Padmavati ini memicu kemarahan kalangan sayap kanan Hindu sesudah mencuat rumor soal adanya kepingan romantis dalam mimpi antara dua tokoh utama, Rani Padmavati yang merupakan Ratu Hindu dengan Alauddin Khilji yang merupakan Sultan Muslim.

Film semi sejarah ini berkisah soal Ratu Padmavati, sosok Ratu Hindu legendaris yang memperabukan dirinya sendiri untuk mencegah dirinya jatuh ke tangan seorang Sultan Muslim Alauddin Khilji, yang diperankan pemain film Ranveer Singh.

Pembuat film itu telah berulang kali menyangkal adanya kepingan ibarat itu dalam filmnya. Namun kemarahan publik Hindu garis keras tak terbendung. Kemarahan dipusatkan pada Padukone yang merupakan aktris populer Bollywood dan sang sutradara, Sanjay Leela Bhansali.

Pada Minggu (19/11) waktu setempat, Suraj Pal Amu yang merupakan anggota Partai Bhartiya Janata (BJP) yang menaungi Perdana Menteri Narendra Modi, mengatakan imbalan masing-masing 50 juta rupee untuk siapa saja yang bisa memenggal Padukone dan Bhansali. Jika ada orang yang bisa memenggal keduanya, Amu menjanjikan imbalan total sebesar 100 juta rupe (Rp 20,6 miliar).

“Kami akan mengatakan imbalan 10 crore rupee (setara 100 juta rupee) kepada orang yang memenggal meraka dan juga menanggung kebutuhan keluarga mereka,” tegas Amu dalam pernyataannya ibarat dilansir Hindustan Times. Seruan Amu itu memicu kecaman publik dan beliau diminta mencabut ancamannya.

Komisioner Kepolisian Mumbai, Deven Bharti, menuturkan kepada CNN bahwa pengamanan untuk Padukone diperketat selama bulan November ini. Terlebih muncul bahaya lain dari kelompok Hindu radikal berjulukan Kari Sena yang terang-terangan mengancam akan memotong hidung Padukone.

Setelah berbulan-bulan dilanda protes, produser film itu, Viacom18 Motion Pictures, pada Minggu (19/11) mengumumkan penundaan tanggal perilisan film yang seharusnya jatuh pada 1 Desember. Namun penundaan perilisan itu tidak mengakhiri kontroversi. Pada Senin (20/11) waktu setempat, Kepala Menteri Wilayah Madhya Pradesh menyatakan film itu akan dihentikan penayangannya sampai kepingan yang dianggap ofensif dihapus.

Sutradara film ini, Bhansali dikenal kerap menciptakan film berbujet tinggi dan berbau kemerosotan moral. Hasil karya Bhansali diakui luas di India dan sempat dinominasikan untuk penghargaan film bergengsi Inggris, BAFTA Film Awards.

“Saya menciptakan film ini dengan penuh rasa hormat dan tanggung jawab dan ketekunan. Film ini menghargai keberanian dan pengorbanannya (Padmavati). Tidak ada kepingan mimpi antara Rani Padmavati dan Alauddin Khilji dalam film kami,” tegas Bhansali dalam pernyataannya pada awal November lalu.

Saksikan video 20detik untuk melihat ibarat apa bahaya kepada Deepika Padukone di sini:

[Gambas:Video 20detik]

Sumber detik.com