Ada Pohon Seperti Tree of Souls dalam Film Avatar di Rembang

Ada Pohon Seperti Tree of Souls dalam Film Avatar di RembangFoto: Arif Syaefudin

Rembang – Sebuah pohon besar, renta dan teduh sangat dijaga oleh warga di Kecamatan Pancur, Rembang. Penampakannya mengingatkan pada Tree of Souls dalam Film Avatar.

Warga sekitar menyebutnya dengan Wit Meh atau dalam bahasa Indonesia Pohon Trembesi. Diperkirakan usia pohon itu telah mencapai ratusan tahun. Diameter batang pohon hampir 10 meter. Dilihat dari kejauhan, bentuk pohon mirip payung yang meneduhi rumah di sekitarnya.

Pohon ini mempunyai cabang yang cukup banyak. Bentuk daunnya majemuk, dan setiap helainya berbentuk bulat. Sedangkan bentuk buahnya hampir ibarat buah asam.

Suasana di sekitar lokasi tersebut begitu sejuk. Ukuran pohon yang terbilang sangat besar itu menciptakan siapapun orang yang berteduh di bawahnya akan merasa nyaman. Selain itu, pemandangan di sekitar lokasi berupa hamparan sawah makin menciptakan nyaman orang betah berlama-lama berada di bawah pohon ini.

Ada Pohon Seperti Tree of Souls dalam Film Avatar di Rembang Foto: Arif Syaefudin

Warga setempat sering beraktifitas di bawah pohon tersebut. Banyak pembatik yang seringkali menghabiskan waktu memanfaatkan rindangnya pohon. Tak jarang pula, banyak pelancong yang berkunjung hanya sekedar mengambil foto di bawah pohon tersebut.

Di sebelah pohon, terdapat sebuah makam. Adalah makam Mbah Tinoyo yang dipercaya warga merupakan leluhur Desa.

Salah satu warga setempat, Karjin mengaku keberadaan pohon tersebut dianggap sakral. Meskipun tak ada perlakuan khusus terhadap pohon tersebut, warga senantiasa menghormati keberadaannya.

Hanya untuk memetik daunnya saja, warga tidak berani. Terlebih jikalau hingga mematahkan dahannya dengan sengaja, warga percaya bisa mendatangkan mala petaka.

“Warga di sini nggak ada yang berani ambil daunnya, apalagi nebang rantingnya. Bisa-bisa nanti orang yang berani mirip itu kena mala petaka. Sudah berkali-kali kejadian mirip itu,” jelasnya.

Lebih lanjut ia mengakui, keberadaan pohon tersebut dipercaya bisa menghindarkan Desa dari segala macam bencana. Seperti ketika sejumlah Desa di Kecamatan Lasem yang terkena banjir, Desa Doropayung menjadi Desa yang sama sekali tak terendam air, meskipun beberapa Desa tetangga telah terendam banjir.

“Pernah ada banjir di Desa-desa tetangga, tapi di sini aman. Warga percaya kalau di Desa Doropayung ini ada yang melindungi. Makanya warga selalu bergantian untuk membersihkan lokasi ini,” imbuhnya.

Ada rumor lain yang juga beredar dan dipercaya sebagian warga. Warga percaya jikalau ada lima orang sahabat bisa mempertahankan gandengan untuk memeluk pohon tersebut, maka persahabatan di antara mereka akan terjalin lama.

“Ya namanya rumor, mau percaya atau tidak kan bergantung sama orangnya,” paparnya.

Sumber detik.com